Minggu, 24 Agustus 2014
SEL
Struktur organisasi kehidupan dari yang
terkecil sampai yang terbesar adalah: Sel
– Jaringan – Organ – Sistem Organ – Organisme – Populasi – Komunitas –
Ekosistem. Sel
merupakan satuan (unit) kehidupan terkecil dari suatu makhluk hidup. Kata sel itu sendiri dikemukakan oleh Robert Hooke (1635 – 1703 atau
abad XVII) yang berarti kotak-kotak
kosong, setelah ia mengamati sayatan gabus dengan mikroskop dua
lensa.
Makhluk
hidup yang tersusun oleh satu sel yaitu makhluk hidup uni seluler, yang
termasuk makhluk hidup bersel satu antara lain bakteri, amoeba, Paramaecium, Euglena, dan ganggang hijau biru pada tumbuhan. Berdasarkan ada
tidaknya membran inti, sel dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu sel
prokariotik dan sel eukariotik.
Prokariotik
adalah sel yang tidak memiliki membran inti, contohnya yaitu sel bakteri, dan
alga biru. Eukarotik adalah sel yang memiliki membran pelindung material inti.
Makhluk hidup yang tersusun oleh sejumlah sel yang bergabung bersama disebut
makhluk hidup multiseluler dimana segala fungsi kegiatannya dilakukan oleh sel
– sel khusus.
Teori Sel
Sejalan dengan berkembangnya teknologi dan ilmu
pengetahuan telah banyak yang diketahui mengenai sel bahkan sampai struktur
yang terkecil. Tokoh-tokoh berikut ini mengemukakan pendapatnya tentang sel
sesuai dengan hasil penelitiannya masing-masing.
READ MORE...
READ MORE...
|
Johanes Purkinje
: yang pertamakali menggunakan istilah protoplasma untuk menyebut bahan-bahan
embrional dalam telur
|
|
|
|
Felix Durjadin :
menggunakan istilah protoplasma untuk menyebut cairan yang ada dalam sel
|
|
|
Robert Brown :
dalam penelitiannya menemukan inti sel, dan menyatakan bahwa inti sel
(nukleus) merupakan bahan yang terpenting dalam suatu sel
|
|
|
Schleiden dan Schwann : menyatakan bahwa sel merupakan unit
struktural makhluk hidup
|
|
|
Max Schultze :
menyatakan bahwa sel merupakan unit fungsional kehidupan
|
|
|
Rudolf Virchoff :
mengatakan bahwa setiap sel berasal dari sel sebelumnya (omne cellulla ex
cellullae), sehingga ia menyatakan bahwa sel merupakan unit pertumbuhan
|
|
|
Theodore Boveri :
mengatakan bahwa sifat menurun dari orangtua diturunkan kepada anak-anaknya
melalui sel, sehingga ia menyatakan bahwa sel merupakan unit heredita
|
|
|
Sejarah
Penemuan Sel - Pada tahun 1665 yaitu pada umur 30 tahun , Robert Hooke
mengamati sayatan gabus dari batang Quercus suber menggunakan mikroskop. Ia
menemukan adanya ruang-ruang kosong yang dibatasi dinding tebal dalam
pengamatannya. Robert Hooke menyebut ruang ruang kosong tersebut dengan
istilah cellulae artinya sel. Sel yang ditemukan Robert Hooke merupakan
sel-sel gabus yang telah mati. Sejak penemuan itu, beberapa ilmuwan berlomba
untuk mengetahui lebih banyak tentang sel.
|
|
|
Henri
Dutrochetmembuat hubungan antara sel-sel tumbuhan dan sel hewan eksplisit,
dan dia mengusulkan bahwa sel bukan hanya unit struktural tetapi juga
fisiologis. Henri Dutrochet juga mengemukakan Seluruh jaringan organik adalah
sel bulat kecil yang disatukan oleh kekuatan adesif sedarhana. Dengan
demikian, jaringan adalah kumpulan sel yang mengalami modifikasi.
|
|
|
Ia adalah
orang pertama yang mengamati dan mendeskripsikan organisme bersel satu.
Leeuwenhoek merancang sebuah mikroskop kecil berlensa tunggal. Mikroskop itu
digunakan untuk mengamati air rendaman jerami. Ia menemukan organisme yang
bergerak-gerak di dalam air, yang kemudian disebut bakteri. Antonie van
Leeuwenhoek merupakan orang pertama yang menemukan sel hidup.
|
Komponen
Kimiawi Sel
Sel
tersusun atas cairan sel (protoplasma) dan mengandung bahan organik dan
anorganik.
1.Struktur
kimia organik
- Karbohidrat,terbentuk dari unsur C,H,dan O
- Protein,terbentuk dari unsur C,H,O,N,dan kadang-kadang S atau P.
- Lemak, terdiri dari komponen asam lemak dan gliserol
2.Struktur
kimia anorganik
- Asam (HCL, HNO3)
- Basa (KOH, NaOH)
- Garam-garam mineral (NaCl, MgCl, CaSO4, KH2PO4 dan lain-lain).
Struktur Sel
Sel
dibedakan menjadi 3 bagian utama yaitu, membran sel atau membran plasma atau selaput
sel, inti sel, dan sitoplasma serta organel sel.
Membran Sel
Membran
sel merupakan bagian pembungkus sel sebelah luar, yang berfungsi mengatur
keluar masuknya zat dari dan ke dalam sel. Membran sel juga berfungsi untuk
melindungi seluruh isi sel (protoplasma), Membran sel bersifat semipermieable, artinya hanya dapat
dilalui oleh air dan zat-zat tertentu, misalnya cairan, gas, atau zat padat
terlarut secara osmosis dan difusi.
Membran
sel tumbuhan diselaputi oleh dinding sel yang tersusun oleh selulosa sehingga
tebal dan kuat. Sementara itu, membran sel pada sel hewan tidak diselaputi oleh
dinding sel. Organel sel yang hanya terdapat dalam sel tumbuhan adalah
plastida. Plastida yang berwarna hijau dan mengandung klorofil disebut kloroplast,
klorofil berperan dalam fotosintesis.
Inti Sel
Inti sel atau nucleus adalah
bagian sel yang berukuran besar, berbentuk bulat telur atau tidak teratur,
dikelilingi oleh sitoplasma, dan terletak agak di tengah sel. Umumnya hanya ada
satu nucleus di dalam sebuah sel. Inti sel merupakan bagian terpenting dari sel
karena berfungsi mengatur seluruh kegiatan/aktivitas sel terutama saat terjadi
perkembangbiakan. Di dalam inti sel terdapat kromosom, yang di dalamnya
mengandung gen. Gen berperan sebagai pembawa sifat keturunan. Inti sel terdiri
dari bagian-bagian yaitu: Selaput inti (karioteka), Nukleoplasma
(kariolimfa), Kromatin / kromosom, Nukleous (anak inti).
Sitoplasma
Sitoplasma
adalah cairan yang mengisi membran sel dan inti sel. Di dalam sitoplasma
terdapat struktur-struktur (benda-benda) khusus yang disebut organel dan
vakuola (rongga sel). Organel sel adalah benda-benda yang terdapat dalam sitoplasma
dan bersifat hidup serta menjalankan fungsi-fungsi kehidupan. Organel yang
terdapat dalam sitoplasma antara lain ribosom, reticulum endoplasma, badan
golgi, dan mitokondria. Penyusun utama dari sitoplasma adalah air
(90%). Berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya
reaksi kimia sel.
- Ribosom (ergastoplasma) adalah organel sel terkecil di dalam sel. Fungsi dari ribosom adalah sebagai tempat sintesis protein.
- Retikulum endoplasma (RE) adalah struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel. Dikenal dua jenis retikulum endoplasma, yaitu: (1) Retikulum endoplasma granuler (retikulum endoplasma kasar). RE kasar tampak kasar karena ribosom menonjol di permukaan sitoplasmik membrane; (2) Retikulum endoplasma agranuler (retikulum endoplasma halus). RE halus diberi nama demikian karena permukaan sitoplasma tidak mempunyai ribosom.
- Mitokondria (the power house). Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak energi ATP. Secara garis besar, tahap respirasi pada tumbuhan dan hewan melewati jalur yang sama, yang dikenal sebagai daur atau siklus Krebs yang berlangsung di dalam mitokondria.
- Lisosom. Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler.
- Badan golgi (aparatus golgi/diktiosom) berhubungan dengan fungsi menyortir dan mengirim produk sel. Badan golgi berperan penting dalam sel-sel yang secara aktif terlibat dalam sekresi. Muka cis berfungsi sebagai penerima vesikula transpor dari RE. Muka trans berfungsi mengirim vesikula transpor. Vesikula transpor adalah bentuk transfer dari protein yang disintesis RE.
- Sentrosom (sentriol) berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel baik mitosis maupun meiosis.
- Plastida berperan dalam fotosintesis. Plastida adalah bagian dari sel yang bisa ditemui pada alga dan tumbuhan (kingdom plantae). Dikenal tiga jenis plastida, yaitu: (1) Leukoplas: berwarna putih berfungsi sebagai penyimpanan makanan; (2) Kloroplas: plastida berwarna hijau, berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis; (3) Kromoplas: plastida yang mengandung pigmen.
- Vakuola (rongga sel) berisi: garam-garam organik, glikosida, tanin (zat penyamak), minyak eteris (misalnya jasmine pada melati, roseine pada mawar, zingiberine pada jahe), alkaloid (misalnya kafein, kinin, nikotin, likopersin, dll), enzim, dan butir-butir pati.
- Mikrotubulus berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai rangka sel. Selain itu, mikrotubulus berguna dalam pembentukan sentriol, agela, dan silia.
- Mikro lamen terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikro lamen berperan dalam pergerakan sel.
- Peroksisom (badan mikro) senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidae dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati).
Perbedaan
struktur sel prokariotik dan struktur eukariotik.
Bagian Sel
|
Prokariot
|
Eukariot
|
Inti
sel
|
Tanpa
membran/selaput disebut nukleoid
|
Selaput
inti ada, disebut inti sel (nukleus)
|
Penutup
sel
|
Berupa
kapsul (fungsi berbeda dengan dinding sel pada tumbuhan)
|
Tidak
ada pada hewan, pada tumbuhan ada dinding sel
|
Retikulum
endoplasma
|
Tidak
ada
|
Ada
|
Badan
golgi
|
Tidak
ada
|
Ada
|
Mitokondria
|
Tidak
ada
|
Ada
|
Lisosom
sentriol
|
Tidak
ada
|
Ada
|
Ribosom
|
Ada
pada sitoplasma
|
Ada
(pada sitoplasma dan retikulum endoplasma)
|
DNA
(bahan gen)
|
Berbentuk
cincin bercampur dengan sitoplasma
|
Berbentuk
pita spiral ganda (double helix) terdapat pada inti, mitokondria, dan
kloroplas (pada tumbuhan)
|
Perbedaan
antara sel tumbuhan dan sel hewan
Komponen
|
Sel Tumbuhan
|
Sel Hewan
|
Ukuran
|
Sel
tumbuhan lebih besar daripada sel hewan
|
Sel
hewan lebih kecil daripada sel tumbuhan
|
Bentuk
|
Tetap
|
Tidak
tetap
|
Dinding
sel
|
Ada
|
Tidak
tetap
|
Plastid
|
Ada
|
Tidak
tetap
|
Lisosom
|
Tidak
ada
|
Ada
(untuk pencernaan makanan secara pinositosis/fagositosis)
|
Sentrida
|
Tidak
ada
|
Ada
|
Badan
golgi
|
Duktiosom
|
Badan
golgi
|
Vakuola
|
Pada
sel muda kecil dan banyak, pada sel dewasa tunggal dan besar
|
Tidak
mempunyai vakuola, walaupun terkadang beberapa sel hewan uniseluler memiliki
vakuola yang berukuran kecil baik pada sel muda maupun sel dewasa
|
Flagella
/ sillia
|
Tidak
ada
|
Ada
tetapi tidak semua
|
Klorofil
|
Ada
|
Tidak
ada
|
Transpor Molekul melalui Membran
Pada makhluk uniseluler, transportasi
antarsel dilakukan melalui membrane sel. Dibawah ini adalah beberapa
manfaat transport zat bagi sel :
a. Menjaga kestabilan pH
b. Menjaga konsentrasi zat dalam sel untuk kegiatan enzim
c. Memperoleh pasokan zat makanan, bahan energy dan bahan
mentah lain
d. Membuang sisa metabolisme yang beracun
Membran plasma mempunyai sifata
selektif, yaitu mampu memilih zat yang dapat menembusnya.
Hal tersebut berkaitan dengan sifat permeabilitas membran. Beberapa sifat permeabilitas
membran adalah sebagai berikut :
a. Permeable, dapat ditembus oleh semua zat
b. Impermeable, tidak dapat ditembus oleh semua
zat
c. Impermeable diferensial, hanya dapat ditembus
oleh beberapa jenis zat.
Gerakan zat melalui membran dibedakan
menjadi 2 yaitu gerakan pasif tidak memerlukan energi dan
gerakan aktif yang memerlukan energi. Yang termasuk gerakan aktif adalah transport
aktif, endositosis dan eksositosis sedangkan gerakan pasif adalah difusi dan osmosis.
- Transpor pasif adalah transpor yang tidak memerlukan energi, meliputi :
(a)
Difusi: adalah peristiwa
mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian
berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan
konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi. Difusi akan
terus terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai
keadaan kesetimbangan dimana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak
ada perbedaan konsentrasi. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis.
Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara. Difusi yang
paling sering terjadi adalah difusi molekuler. Difusi ini terjadi jika
terbentuk perpindahan dari sebuah lapisan (layer) molekul yang diam dari solid
atau fluida.
Ada beberapa faktor yang
memengaruhi kecepatan difusi, yaitu:
·
Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran
partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak, sehingga kecepatan difusi
semakin tinggi.
·
Ketebalan
membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
·
Luas
suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
·
Jarak.
Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
·
Suhu.
Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih
cepat. Maka,
semakin cepat pula kecepatan difusinya.
(b) Difusi
terfasilitasi: melibatkan difusi dari molekul polar dan ion melewati
membran dengan bantuan protein transport, protein transpor merupakan protein
khusus yang menyediakan suatu ikatan baik bagi molekul yang sedang bergerak.
(c) Osmosis: Osmosis
adalah gerakan zat dari tekanan rendah (hipotonis) ke tekanan tinggi
(hipertonis) melawati membran semiermeabel.
2.
Transpor aktif adalah transpor yang melalui membran dengan melawan kecendrungan
alami yaitu melawan gradien konsentrasi dengan menggunakan energi ATP. Pada
transpor aktir diperlukan energi dari dalam sel untuk melawan gradien
konsentrasi. Transpor aktif primer dan sekunder: transpor aktir
primer membutuhkan energi dalam bentuk ATP. Sedangkan transpor aktif sekunder
memerlukan transpor yang tergantung pada potensial membran. Kedua jenis
transpor tersebut saling berhubungan erat karena transpor aktir primer akan
menciptakan potensial membran dan ini memungkinkan terjadinya transpor aktif
sekunder.
Transpor
aktif adalah suatu mekanisme transpor yang mengonsumsi energi untuk keluar
masuknya ion atau molekul zat melalui membran plasma. Berlangsung dari tekanan
rendah ke tekanan tinggi.
Transpor
aktif dipengaruhi oleh muatan listrik di dalam dan di luar sel. Muatan listrik
sel terutama ditentukan oleh ion natirum (Na+) dan kalium (K+)
dan klor (Cl-). Masuk keluarnya ion natrium dan kalium dilakukan
oleh pompa natrium kalium (pompa Na+ dan K+). Keberadaan
ion K+ dan Na+ di dalam organisme memiliki manfaat yang
sangat besar, yaitu :
· Konsentrasi ion K+ yang
sangat tinggi sangat diperlukan untuk sintesis protein, glikolisis,
fotosintesis, dan proses lainnya.
· Keberadaan ion
Na+ dan K+ berperan untuk mengendalikan osmosis.
·
Ion Na+ dan K+
penting untuk memacu trnaspor aktif bagi zat lain. Contoh : glukosa dan asam
amino.
Contoh transpor aktif melalui membran plasma adalah
transpor glukosa. Zat tersebut diangkut secara aktif oleh sel melalui protein membran
dengan menggunakan energy pengaktifan. Energi tersebut berasala dari hasil
pemecahan ATP yang menghasilkan senyawa ADP, gugusan fosfat dan energi. Energi
yang diperoleh digunaka untuk mengikatkan gugusan fosfat dengan glukosa
sehingga terbentuklah senyawa glukosa fosfat. Senyawa terakhir inilah yang
mampu menembus membrane plasma karena mengikat energi pengaktifan.
3.
Endositosis
dan Eksositosis
Endositosis adalah proses memasukkan
zat ke dalam sel melalui membran sedangkan eksositosis adalah proses pengeluaran
zat melalui membran. Peristiwa ini banyak terjadi pada oerganisme bersel 1
seperti amoeba, paramaecium dan sel-sel tertentu.
Peristiwa endositosis terjadi pada
sel hewan memasukkan makanan atau sel darah putih yang menangkap kuman
(fagositosis). Peristiwa eksositosis di dalam sitoplasma dilakukan oleh
beberapa organel, seperti vakuola dan granula. Contoh eksositosis terjadi saat
sel mengeluarkan zat sisa ataupun getah misal sekresi.
Endositosis memiliki
dua macam bentuk yaitu pinositosis dan fagositosis. Pinositosis merupakan
proses pemasukan zat ke dalam ke dalam sel yang berupa cairan. Fagositosis
(fago = makan) merupakan pemasukan zat padat atau sel lainnya ke dalam tubuh
sel.
0 Comments:
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


















